Tasikmalaya, garudajabar.tv – Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi memulai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya dengan meluncurkan logo dan maskot baru sebagai bagian dari penguatan city branding daerah.
Dua maskot yang diperkenalkan dalam kick-off tersebut diberi nama “Cep Tata” dan “Neng Titi”. Keduanya diangkat dari filosofi Sunda “Tata Titi”, yang menggambarkan tata laksana, sikap santun, adab, serta kehati-hatian dalam mengambil keputusan.
Peluncuran maskot ini menjadi salah satu langkah Pemkot Tasikmalaya untuk memperkuat identitas daerah sekaligus memperkenalkan karakter dan potensi Kota Tasikmalaya ke tingkat regional hingga nasional.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, peringatan hari jadi tahun ini mengedepankan semangat kolaborasi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Karena itu, rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-23 melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perbankan, komunitas, hingga asosiasi.
“Di tengah situasi dan tantangan yang luar biasa bagi pemerintah daerah, solusinya adalah berkolaborasi dengan semua pihak agar program dan tujuan kita terwujud. Kita ingin bertasyakur sekaligus membawa nama Kota Tasikmalaya di hari jadinya yang ke-25 iini ke tingkat Jawa Barat dan Indonesia,” ujar Viman.
Pemilihan Cep Tata dan Neng Titi tidak sekadar menjadi simbol visual. Nama tersebut mengandung filosofi Sunda “Tata Titi” yang berkaitan dengan tata cara, etika, tutur kata, serta pertimbangan yang matang dalam menjalankan kehidupan.
Filosofi tersebut diharapkan mampu merepresentasikan karakter masyarakat Kota Tasikmalaya yang menjunjung tinggi kesantunan, ketertiban, dan nilai-nilai kearifan lokal.
Konsep city branding juga diarahkan untuk memperkuat daya tarik Kota Tasikmalaya, baik dari sisi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, perdagangan, maupun potensi masyarakatnya.
Kegiatan kick-off dilaksanakan di kawasan Simpang Lima (Simlim) Lemona, salah satu kawasan yang dikenal sebagai ikon Kota Tasikmalaya.
Pemilihan lokasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas kota melalui ruang-ruang publik yang selama ini telah dikenal masyarakat.
Tidak berhenti pada peluncuran logo dan maskot, Pemkot Tasikmalaya juga menyiapkan 25 rangkaian event kolaboratif sepanjang Oktober 2026.
Rangkaian acara mencakup sejumlah bidang, di antaranya olahraga dan kebugaran, seni dan budaya, kesehatan, sosial dan pelayanan masyarakat, perdagangan dan ekonomi kreatif, ekonomi dan ketenagakerjaan, edukasi dan inovasi, lingkungan hidup dan kebersihan, hingga berbagai perlombaan.
Pelibatan banyak pihak diharapkan membuat peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Penguatan city branding tersebut juga sejalan dengan dorongan pemerintah pusat melalui sektor ekonomi kreatif agar setiap daerah memiliki identitas dan karakter yang kuat.
Dengan identitas yang semakin dikenal, Kota Tasikmalaya diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pengenalan potensi daerah hingga ke tingkat nasional dan internasional.
Melalui semangat “Langkah Santun Jiwa Tangguh”, masyarakat Kota Tasikmalaya diajak ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sepanjang Oktober sebagai bagian dari perjalanan dan refleksi 25 tahun berdirinya Kota Tasikmalaya.
Peringatan Hari Jadi ke-25 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, memperluas kolaborasi, sekaligus membawa nama Kota Tasikmalaya semakin dikenal di Jawa Barat dan Indonesia.


Komentar