Ciamis Ekonomi Dan Bisnis Jawa Barat
Home » Berita » Ciamis Kembangkan Bawang Merah, Target Perluas Lahan hingga 50 Hektare

Ciamis Kembangkan Bawang Merah, Target Perluas Lahan hingga 50 Hektare

Ciamis, garudajabar.tv – Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Muktisari, kepolisian, dan kelompok tani mulai mengembangkan budidaya bawang merah sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong potensi ekonomi masyarakat.

Pengembangan tersebut diawali dengan penanaman bawang merah di lahan seluas satu hektare milik KDMP Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Lahan tersebut dijadikan pilot project sebelum pengembangan dilakukan secara lebih luas.

Kegiatan penanaman bawang merah tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, 15 pengurus KDMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis, unsur kepolisian, kelompok tani, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Jika percontohan tersebut berhasil, luas lahan budidaya bawang merah ditargetkan berkembang secara bertahap hingga mencapai 50 hektare di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis.

Penanaman perdana menggunakan benih bawang merah yang didatangkan dari Brebes, Jawa Tengah, varietas Bima. Pengembangan budidaya ini juga diarahkan untuk menghasilkan benih unggul yang nantinya menjadi varietas khas Ciamis dengan nama Mutiara Galuh.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Kabag Dalpers Polda Jabar AKBP Hidayatullah mengatakan, keberhasilan pilot project menjadi salah satu dasar untuk memperluas pengembangan bawang merah di wilayah Ciamis.

“Harapan kita semua, kita akan membuat brand di Kabupaten Ciamis ini menjadi sentra bawang, minimal bawang goreng maupun minyak bawang,” kata Hidayatullah.

Menurutnya, pengembangan bawang merah tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang Ciamis menjadi daerah penghasil bawang yang mampu masuk ke pasar ekspor.

“Kebutuhan bawang di Indonesia saat ini masih banyak diimpor dari luar. Mudah-mudahan Ciamis suatu saat nanti bisa mengekspor bawang merah ini ke luar negeri,” ujarnya.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Selain memperluas lahan, kelompok tani di Muktisari juga dipersiapkan untuk memberikan edukasi dan bimbingan teknis kepada petani di wilayah lain yang akan mengembangkan komoditas tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas KUKMP Kabupaten Ciamis Dadan Wiadi mengatakan, kegiatan pengembangan bawang merah tersebut dihadiri sekitar 30 pengurus Koperasi Desa Merah Putih dari berbagai wilayah di Ciamis.

Menurut Dadan, pilot project di Muktisari diharapkan dapat direplikasi oleh 265 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di Kabupaten Ciamis.

Pemerintah daerah juga menargetkan produktivitas bawang merah dalam pengembangan tersebut dapat mencapai sekitar 15 ton per hektare.

Pengembangan bawang merah di Ciamis tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan penjualan hasil panen dalam bentuk bahan mentah.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

Ke depan, KDMP juga diarahkan untuk mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian. Sejumlah produk turunan yang disiapkan antara lain bawang goreng, pasta bawang, hingga minyak bawang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi komoditas bawang merah agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Dengan pengembangan dari sektor budidaya hingga pengolahan, bawang merah diharapkan tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *