Health & Fitness Jawa Barat Pangandaran
Home » Berita » Sakit Kepala Hebat Mendadak Jangan Disepelekan, RSUD Pandega Ingatkan Gejala Stroke

Sakit Kepala Hebat Mendadak Jangan Disepelekan, RSUD Pandega Ingatkan Gejala Stroke

Pangandaran, garudajabar.tv – Keluhan sakit kepala yang datang mendadak dan terasa sangat berat, kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan semata. Padahal, jika keluhan tersebut muncul tanpa sebab yang jelas dan disertai gejala fisik lainnya, masyarakat diimbau untuk tidak menganggapnya sepele. Kondisi ini bisa jadi alarm darurat dari tubuh atas adanya gangguan fungsi saraf, bahkan menjadi indikasi awal dari serangan stroke.

Pesan penting tersebut disuarakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran, melalui kampanye edukasi kesehatan publik yang disiarkan lewat akun Instagram resmi mereka, @rsud_pangandaran, pada Senin (17/9/2026).

Langkah preventif ini diambil guna meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat, agar mampu mengenali tanda-tanda klinis stroke secara mandiri sejak dini.

Dalam materi edukasi yang RSUD Pandega bagikan, pihak rumah sakit merinci sejumlah gejala penyerta yang harus diwaspadai bersamaan dengan sakit kepala hebat mendadak.

Tanda-tanda tersebut meliputi sensasi kebas atau mati rasa yang melanda area wajah, tangan, maupun kaki. Kemudian, kelumpuhan rasa pada salah satu sisi tubuh, kesulitan artikulasi atau bicara menjadi pelo, hingga penurunan tajam pada fungsi penglihatan yang terjadi secara mendadak.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Jangan Menunggu Sakit Kepala Mendadak Hilang Sendiri
Untuk membantu masyarakat mengenali gejala stroke secara sederhana, RSUD Pandega memperkenalkan metode “SEGERA Ke RS”. Akronim tersebut agar lebih mudah diingat dan dapat digunakan masyarakat, ketika menghadapi kondisi yang dicurigai sebagai serangan stroke.

SE: Senyum yang tampak tidak simetris atau mencong ke salah satu sisi.
GE: Gerakan pada salah satu sisi tubuh melemah atau tidak bertenaga.
RA: Bicara menjadi pelo atau mengalami kesulitan dalam menyampaikan kata-kata.
Ke: Muncul rasa kebas atau kesemutan yang menyerang separuh bagian tubuh.
R: Rabun atau timbulnya gangguan penglihatan yang mendadak pada salah satu mata.
S: Sakit kepala hebat yang datang secara tiba-tiba.

Aspek krusial yang ditekankan oleh RSUD Pandega adalah kecepatan respons. Semakin cepat pasien yang menunjukkan gejala stroke akibat dari sakit kepala mendadak mendapatkan intervensi medis profesional di fasilitas kesehatan, semakin tinggi pula probabilitas pemulihan fungsi tubuh serta keselamatan jiwa pasien.

“Jangan tunggu gejala hilang sendiri,” tegas pihak RSUD Pandega dalam imbauan resminya.

Mengenali gejala sejak awal dan segera mengambil tindakan, dapat menjadi langkah penting dalam menghadapi kondisi darurat seperti stroke. Jangan menunggu gejala sakit kepala mendadak mereda, karena setiap waktu dapat menjadi sangat berarti bagi pasien.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *