Pangandaran, garudajabar.tv – Paparan abu vulkanik tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penderita penyakit tertentu.
RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat agar memahami gejala kesehatan yang dapat muncul akibat paparan abu vulkanik serta melakukan langkah perlindungan diri.
Imbauan tersebut disampaikan melalui edukasi kesehatan yang dibagikan RSUD Pandega Pangandaran melalui akun Instagram resminya.
Dalam materi edukasi tersebut dijelaskan, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah keluhan, mulai dari mata perih, tenggorokan tidak nyaman, batuk atau bersin hingga sesak napas.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena partikel abu yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan oleh masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Langkah pencegahan lainnya adalah menutup pintu dan jendela rumah serta menutup sumber air dan makanan yang akan dikonsumsi agar tidak terkontaminasi abu.
RSUD Pandega juga mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan abu vulkanik dengan cara menyapu dalam kondisi kering.
Area yang terkena abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu untuk mencegah partikel abu kembali beterbangan dan terhirup.
RSUD Pandega mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi terkait kondisi udara, serta melakukan langkah perlindungan diri apabila terjadi paparan abu vulkanik di wilayah Pangandaran.
Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi.


Komentar