GARUT— Cuaca buruk dan gelombang laut yang tinggi memicu insiden berbahaya di perairan selatan Jawa Barat. Tiga wisatawan dilaporkan hilang terseret arus deras saat sedang berenang di kawasan Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, pada Rabu (26/8/2026) siang.
Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, tim SAR gabungan dari berbagai unsur langsung diterjunkan ke titik lokasi kejadian. Personel yang terdiri dari Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Garut, Basarnas, BPBD, hingga tim relawan setempat hingga saat ini masih terus berupaya melakukan pencarian intensif serta penyisiran di sepanjang perairan pantai.
Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, peristiwa nahas ini berawal saat rombongan wisatawan baru saja tiba di Pantai Karangpapak dan langsung memutuskan untuk berenang di laut. Tak berselang lama, salah satu korban bernama Ardi M Nababan (27) mendadak terbawa arus deras hingga terseret jauh ke tengah laut.
Melihat rekannya berada dalam kondisi bahaya, dua teman korban yaitu Irfan Nababan (18) dan Murdani Siahaan (18) langsung berusaha berenang untuk memberikan pertolongan. Namun nahas, hempasan gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba justru menyapu mereka, hingga ketiganya ikut terseret arus dan menghilang ditelan ombak.
Kepala Satpolairud Polres Garut, Iptu Aep Saprudin, secara resmi mengonfirmasi kendala utama yang dihadapi oleh tim gabungan di lapangan selama proses penyisiran para korban.
“Proses pencarian korban mengalami kesulitan karena cuaca di pantai mengalami kesulitan,” kata Iptu Aep Saprudin.
Menyikapi tingginya risiko bahaya di pesisir pantai selatan, pihak kepolisian mengimbau keras seluruh pengunjung agar selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan yang ada. Wisatawan diminta untuk tidak nekat memaksakan diri berenang saat kondisi cuaca buruk serta arus dan gelombang laut sedang membahayakan.


Komentar