Branding Jawa Barat Pangandaran
Home » Berita » MBK Ventura Serahkan Bantuan Alat Kesehatan Untuk Posyandu Di Kalipucang, Ojk Pastikan Mba Resmi dan Memiliki Izin

MBK Ventura Serahkan Bantuan Alat Kesehatan Untuk Posyandu Di Kalipucang, Ojk Pastikan Mba Resmi dan Memiliki Izin

PANGANDARAN – PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura menyerahkan bantuan alat kesehatan untuk Posyandu di Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program sosial sekaligus edukasi literasi keuangan yang digelar MBK Ventura bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya.

Dalam kegiatan ini, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang bijak serta pentingnya mewaspadai pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong.

Account Relationship Manager (ARM) Region 13 PT MBK Ventura, Lilis Susanti, mengatakan MBK telah berdiri sejak 2006 dan mulai beroperasi di wilayah Pangandaran pada periode 2010-2012.

Menurut Lilis, selama menjalankan kegiatan pembiayaan di Pangandaran, respons masyarakat terhadap layanan MBK cukup positif. Hal tersebut salah satunya terlihat dari kedisiplinan pembayaran para nasabah.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

“Alhamdulillah, untuk pembayaran selama ini berjalan dengan baik. Respons masyarakat juga sangat positif,” ujar Lilis saat ditemui wartawan, Selasa (11/8/2026).

Lilis menegaskan, MBK tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah nasabah. Setiap calon nasabah harus memenuhi persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan perusahaan.

“Apabila tidak memenuhi kriteria, kami tidak dapat meloloskan. Kami tetap berpegang pada ketentuan yang berlaku dan tidak mengambil jalan pintas,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Lilis, layanan MBK telah menjangkau hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Pangandaran, meskipun jumlah nasabah di setiap wilayah berbeda-beda.

Selain memberikan layanan pembiayaan, MBK juga rutin menggelar kegiatan sosial di tengah masyarakat. Bentuk bantuan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

“Harapan kami, kegiatan sosial ini dapat memberikan manfaat bagi nasabah maupun masyarakat luas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahun, meskipun lokasinya berbeda-beda,” kata Lilis.

Ia menjelaskan, sebelum menentukan jenis bantuan, pihak MBK terlebih dahulu berkoordinasi dengan supervisor maupun pihak terkait di wilayah setempat untuk mengetahui kebutuhan masyarakat.

OJK INGATKAN BAHAYA PINJOL ILEGAL DAN INVESTASI BODONG

Pengawas Bagian Perlindungan Konsumen OJK Tasikmalaya, Putu Arya W., mengatakan MBK merupakan lembaga keuangan resmi yang memiliki izin dan berada di bawah pengawasan OJK.

Menurutnya, edukasi literasi keuangan penting dilakukan agar masyarakat memahami produk dan layanan keuangan secara tepat serta terhindar dari praktik keuangan ilegal.

“MBK merupakan lembaga keuangan resmi yang berizin dan diawasi oleh OJK. Karena itu, kami secara rutin melaksanakan kegiatan edukasi seperti ini,” ujar Putu.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

Dalam kegiatan tersebut, OJK memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara mengenali dan mewaspadai pinjaman online ilegal, investasi bodong, serta pentingnya mengelola keuangan secara sehat.

Putu mengatakan, peningkatan literasi keuangan diharapkan membuat masyarakat lebih bijak sebelum menggunakan produk maupun layanan keuangan.

“Tujuannya agar masyarakat lebih memahami penggunaan produk keuangan dan terhindar dari investasi ilegal,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, pembiayaan MBK menyasar segmen mikro dengan karakteristik pembiayaan tanpa agunan aset seperti halnya pembiayaan konvensional pada umumnya.

“MBK menyalurkan pembiayaan untuk segmen mikro. Tidak semua masyarakat memiliki jaminan. Di MBK, pembiayaan dilakukan tanpa agunan aset, namun tetap mengedepankan usaha dan kebersamaan kelompok sebagai bagian dari konsep pembiayaan,” jelas Putu.

Selain edukasi keuangan, kegiatan sosial MBK juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Menurut Putu, bentuk CSR dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah, termasuk dukungan terhadap fasilitas pelayanan publik seperti Posyandu maupun sarana keagamaan.

NASABAH MERASA TERBANTU

Salah seorang nasabah MBK, Marisa, mengaku telah mengikuti program pembiayaan MBK selama sekitar satu tahun.

Ia memanfaatkan pembiayaan tersebut untuk mendukung rencana pengembangan usaha di bidang salon.

“Alhamdulillah selama ini tidak ada kendala yang berarti. Memang ada tantangan, tetapi masih dapat diatasi,” ujar Marisa.

Menurutnya, pembiayaan dari MBK cukup membantu dalam penyediaan modal untuk menunjang aktivitas pekerjaannya.

“Cukup terbantu dengan adanya MBK,” katanya.

Marisa juga mengapresiasi bantuan sosial yang diberikan MBK kepada masyarakat berupa beras, minyak goreng, dan gula.

Menurutnya, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat.

“Untuk kebutuhan sehari-hari sangat membantu. Ini merupakan bantuan sosial, bukan pinjaman,” ujarnya.

Ia berharap MBK dapat terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro yang membutuhkan dukungan pembiayaan.

“Semoga MBK terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga seluruh jajaran selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” katanya.

Kegiatan sosial dan edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat literasi serta inklusi keuangan masyarakat di tingkat desa.

Selain mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui pembiayaan, edukasi mengenai produk keuangan legal juga dinilai penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban pinjaman online ilegal maupun investasi bodong.

 

(ERIS RISWANA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *