Bandung Raya Jawa Barat
Home » Berita » Orang Tua Urung Daftarkan Anak, SLB Karya Bhakti Cari Lokasi Baru

Orang Tua Urung Daftarkan Anak, SLB Karya Bhakti Cari Lokasi Baru

Ketua Yayasan Pendidikan Karya Bhakti, Ummy Latifah, memberikan keterangan terkait kondisi SLB Karya Bhakti di Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

BANDUNG – SLB Karya Bhakti di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, berencana mencari lokasi baru untuk kegiatan belajar mengajar. Rencana tersebut muncul setelah pihak yayasan menilai kondisi bangunan yang mulai rusak serta lingkungan sekitar sekolah dinilai kurang mendukung proses pendidikan anak berkebutuhan khusus. Kondisi tersebut juga berdampak pada minimnya jumlah peserta didik karena sebagian orang tua mengurungkan niat mendaftarkan anaknya. Saat ini, SLB Karya Bhakti hanya memiliki 16 siswa.

Bangunan sekolah yang ditempati merupakan bekas gedung sekolah dengan kondisi yang mulai mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Atap dan langit-langit terlihat lapuk, beberapa ruangan mengalami kebocoran saat hujan, sementara lingkungan sekitar sekolah dinilai belum memberikan rasa aman bagi kegiatan belajar mengajar. Pihak yayasan menyebut kondisi tersebut menjadi pertimbangan untuk segera mencari lokasi yang lebih layak.

Ketua Yayasan Pendidikan Karya Bhakti, Ummy Latifah, mengatakan faktor keamanan menjadi salah satu alasan utama yayasan mempertimbangkan relokasi sekolah. Selain kondisi bangunan yang sering bocor saat hujan, lingkungan sekitar dinilai kurang mendukung kegiatan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan peserta didik menjadi prioritas utama yayasan.

“Kami harus pindah. Pertama karena banjir dan bangunan yang bocor, kedua karena faktor keamanan. Lingkungan ini kurang layak menjadi tempat pendidikan,” ujar Ketua Yayasan Pendidikan Karya Bhakti, Ummy Latifah.

Ummy menjelaskan, kondisi tersebut turut memengaruhi minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SLB Karya Bhakti. Banyak orang tua yang awalnya berminat mendaftarkan anaknya, namun mengurungkan niat setelah mengetahui kondisi lingkungan sekitar sekolah. Akibatnya, jumlah peserta didik belum mengalami peningkatan secara signifikan meski sekolah tidak memungut biaya pendidikan.

Majalengka – Keindhaan Bukit Hortensia di Lereng Bukit Gunung Ciremai

“Sebenarnya banyak yang berminat mendaftarkan anaknya ke sini. Tapi karena mereka tahu kondisi lingkungannya, jadi takut. Akhirnya banyak orang tua mengurungkan niat untuk mendaftarkan anaknya ke sini,” ujar Ummy Latifah.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, yayasan tetap berupaya memberikan layanan pendidikan sekaligus membantu masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil komunikasi dengan warga, pihak yayasan menemukan masih ada anak-anak yang belum mampu membaca dan mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran di sekolah. Karena itu, yayasan berencana membuka rumah belajar sebagai bentuk pendampingan pendidikan di lingkungan sekitar.

“Bulan depan kami akan membuat rumah belajar. Masih ada anak yang belum bisa membaca dan ada juga yang tidak naik kelas. Kami ingin keberadaan yayasan juga memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujar Ummy Latifah.

Selain menyiapkan rumah belajar, yayasan juga berupaya melengkapi sarana pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus melalui dukungan sejumlah donatur. Bantuan tersebut berupa alat terapi seni, alat musik, hingga media pembelajaran visual yang diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar. Yayasan berharap relokasi sekolah dan penambahan fasilitas dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *