BANDUNG, Garudajabar.tv – Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina dimanfaatkan DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat sebagai ruang membangun kedekatan dengan generasi muda. Melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang di halaman Kantor DPW PPP Jawa Barat, Bandung, Senin (20/7/2026) dini hari, partai berlambang Ka’bah itu ingin menunjukkan wajah baru yang lebih terbuka, inklusif, dan relevan bagi kalangan milenial maupun Generasi Z.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi internal PPP Jabar setelah melakukan evaluasi terhadap hasil Pemilu sebelumnya. Salah satu fokus pembenahan adalah mengikis anggapan bahwa PPP merupakan partai yang kaku, eksklusif, dan hanya identik dengan kegiatan keagamaan.

Sekretaris DPW PPP Jawa Barat, Agus Solihin, mengatakan perubahan pendekatan menjadi kebutuhan politik di tengah komposisi pemilih yang semakin didominasi generasi muda.
“Selama ini kegiatan keagamaan sudah menjadi bagian dari PPP. Namun kami menyadari perlu membuka ruang yang lebih luas agar anak muda merasa memiliki tempat di partai ini,” ujar Agus.
Menurutnya, kegiatan nobar bukan hanya di DPW, tapi diperintahkan di tingkat DPD kota dan kabupaten. Pihaknya harus lebih aktif menjangkau komunitas anak muda melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian mereka.
“Nobar final Piala Dunia ini karena sepak bola mampu menjadi ruang interaksi yang cair, membangun kebersamaan, sekaligus mempertemukan berbagai kalangan tanpa sekat, ” imbuhnya.
Agus menilai strategi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari langkah jangka panjang menghadapi dinamika politik ke depan. Dengan semakin besarnya jumlah pemilih muda pada pemilu mendatang, PPP Jabar ingin hadir sebagai partai yang mampu mengakomodasi aspirasi, kreativitas, dan kebutuhan generasi baru.
PPP Perluas Kolaborasi
Karena itu, selain menggandeng komunitas olahraga dan pegiat sepak bola, PPP Jabar juga mulai memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas kreatif, pelaku usaha muda, hingga organisasi kepemudaan.
Tak berhenti pada kegiatan hiburan, PPP Jabar juga menyiapkan sejumlah program pemberdayaan bagi generasi muda. Program tersebut meliputi pendidikan politik, pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga membuka akses permodalan bagi pelaku usaha muda.
Melalui program tersebut, PPP berharap mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah dan kehidupan berbangsa.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat, Usep Sakur, menegaskan transformasi bukan berarti meninggalkan jati diri partai. Sebaliknya, perubahan ini untuk memperluas ruang partisipasi publik tanpa menghilangkan nilai-nilai yang selama ini menjadi identitas PPP.
“Semangat kebersamaan yang terlihat dalam sepak bola menjadi inspirasi bagi kami untuk membangun kedekatan dengan anak muda. PPP ingin menjadi rumah yang terbuka bagi berbagai talenta dan gagasan baru,” kata Usep.
Melalui pendekatan yang lebih adaptif dan dekat dengan budaya generasi muda, PPP Jawa Barat berharap mampu menghapus stigma sebagai partai yang kolot sekaligus membangun citra baru sebagai partai yang terbuka, inklusif, dan siap menjadi wadah bagi lahirnya kepemimpinan muda di masa depan. (Man)


Komentar