BANDUNG – Seluruh daya tampung sekolah negeri di Kota Bandung untuk tahun ajaran 2026/2027 telah terisi penuh, setelah proses Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) selesai.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Asep Saeful Gufron memastikan, tidak ada lagi bangku kosong di jenjang TK, SD, maupun SMP negeri di kota Bandung, sementara ribuan siswa lainnya memilih melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Asep mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan penyisiran terhadap seluruh sekolah negeri untuk memastikan kondisi daya tampung setelah proses penerimaan siswa selesai. Hasilnya, tidak ada lagi ruang kelas yang masih tersedia untuk menampung peserta didik baru.
“Kemarin kita sudah melakukan penyisiran terhadap seluruh jenjang, mulai dari TK, SD hingga SMP. Tidak ada lagi ruang kelas yang kosong. Kondisinya sudah sesuai dengan usulan yang disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Asep, Jumat (17/7/2026).
Asep menjelaskan, Kota Bandung tidak mengalami persoalan kekurangan peserta didik seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain. Sebaliknya, tingginya minat masyarakat untuk bersekolah di sekolah negeri membuat seluruh kuota langsung terpenuhi.
“Kalau di Bandung bukan kekurangan siswa. Justru banyak masyarakat yang ingin masuk ke sekolah negeri,” ucapnya.
Asep memastikan, bahwa tidak ada satu pun sekolah dasar negeri di Kota Bandung yang kekurangan murid. Bahkan hingga saat ini masih ada orang tua yang datang ke Disdik untuk meminta anaknya diterima di sekolah negeri, meski seluruh daya tampung telah penuh.
“Tidak ada, semua sudah penuh. Bahkan sampai sekarang masih ada masyarakat yang datang ke Dinas Pendidikan untuk meminta masuk sekolah negeri, tetapi sudah tidak bisa karena seluruh daya tampung sudah terpenuhi,” ungkapnya.
Tahun ini, untuk jenjang SD negeri menerima sekitar 22 ribu peserta didik, sedangkan SMP negeri menampung sekitar 19 ribu pesarta didik.
Sementara itu, siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri sebagian besar melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Menurutnya, kondisi tersebut turut meningkatkan jumlah peserta didik di sekolah swasta.
“Sebenarnya bukan tidak masuk, tetapi daya tampung negeri sudah penuh. Sebagian besar yang tidak tertampung, masuk ke sekolah swasta,” jelasnya.
Disdik juga telah memantau kondisi sekolah swasta dan mendapati adanya peningkatan jumlah siswa pada tahun ajaran baru ini. Diperkirakan sekitar 10 ribu hingga 12 ribu peserta didik, baik jenjang SD maupun SMP, akhirnya bersekolah di lembaga pendidikan swasta.
Meski seluruh daya tampung sekolah negeri telah terpenuhi, Disdik tetap berupaya menjaga kualitas layanan pendidikan. Salah satunya dengan memastikan jumlah siswa dalam setiap rombongan belajar tetap menyesuaikan kapasitas ruang kelas di masing-masing sekolah.
“Kapasitasnya tergantung ruang kelas. Ada yang mencapai 32 siswa, bahkan beberapa sekolah seperti SMPN 32 dan SMPN 36 menyesuaikan dengan kondisi ruangan yang tersedia,” pungkasnya.
(Mugni)


Komentar