BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memasukkan isu kemerdekaan Palestina sebagai salah satu agenda utama dalam rangkaian Asia Africa Festival (AAF) 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk menegaskan kembali semangat Konferensi Asia Afrika yang menjunjung solidaritas, perdamaian, dan perjuangan bangsa-bangsa dalam meraih kemerdekaan.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengatakan agenda khusus mengenai Palestina akan digelar pada hari terakhir festival, Minggu (12/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Duta Besar Palestina dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan mahasiswa Telkom University sebagai bentuk penyampaian pesan perdamaian dan solidaritas kepada generasi muda.
“Pada sesi kedua hari Minggu memang ada acara khusus terkait Palestina. Duta Besar Palestina akan menyampaikan pidato di Telkom University di hadapan para mahasiswa sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa,” kata Iskandar di Jalan Asia Afrika Kota Bandung Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, agenda tersebut menjadi salah satu pembeda dibanding penyelenggaraan Asia Africa Festival pada tahun-tahun sebelumnya.
Selain menghadirkan sejumlah kegiatan baru, seperti talk show dan pameran, festival kali ini juga memberikan ruang khusus untuk mengangkat isu Palestina.
“Ada yang sama dan ada yang berbeda. Tahun ini ada beberapa kegiatan seperti talk show dan pameran dengan konsep yang berbeda. Termasuk agenda terkait Palestina yang sebelumnya belum ada,”ucapnya.

Pemkot Bandung berharap, Asia Africa Festival tidak hanya menjadi agenda budaya dan pariwisata, tetapi juga mampu menghidupkan kembali nilai-nilai Konferensi Asia Afrika sebagai simbol persahabatan antarbangsa dan perjuangan mewujudkan perdamaian dunia.
Festival tersebut juga diharapkan semakin memperkuat posisi Bandung sebagai kota bersejarah yang memiliki peran penting dalam diplomasi internasional.
Selain itu, Pemkot Bandung terus mendorong pengakuan terhadap Gedung Merdeka sebagai Warisan Dunia UNESCO. Penyelenggaraan Asia Africa Festival setiap tahun menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali nilai sejarah Konferensi Asia Afrika kepada masyarakat internasional.
“Harapan kami, Gedung Merdeka dapat menjadi warisan dunia UNESCO. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini setiap tahun, kami ingin menunjukkan bahwa Konferensi Asia Afrika merupakan peristiwa penting, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi dunia,” pungkasnya.
(Mugni)


Komentar