Ciamis Gaya Hidup Jawa Barat
Home » Berita » Hadirkan Konsep Vintage, Kopi Rempah di Ciamis Tawarkan Sensasi Ngopi hingga Dini Hari

Hadirkan Konsep Vintage, Kopi Rempah di Ciamis Tawarkan Sensasi Ngopi hingga Dini Hari

CIAMIS — Tren kedai kopi dengan konsep tematik terus berkembang di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Salah satunya hadir melalui Kopi Rempah, sebuah kedai yang memadukan konsep vintage dengan sajian kopi dan minuman berbahan rempah alami.

Berlokasi di Jalan Raya Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Kopi Rempah menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk menikmati suasana santai, berkumpul, hingga bekerja secara remote.

Barista sekaligus pengelola Kopi Rempah, Yoghi Revhi Adithya, mengatakan konsep vintage dipilih untuk menghadirkan suasana yang nyaman sekaligus membangkitkan nuansa nostalgia.

“Konsep awal kita dibangun mengikuti konsep vintage. Jadi dari segi bangunan sampai interiornya, kita mengambil nuansa bangunan lama,” kata Yoghi saat ditemui, Kamis (2/72026).

Selain mengusung desain klasik, Kopi Rempah menawarkan beragam menu kopi yang menjadi favorit pelanggan, di antaranya Black Lemon Coffee, Mong Blank, dan Spanish Latte.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Tak hanya itu, sesuai dengan nama kedainya, berbagai minuman berbahan rempah menjadi menu andalan. Pengunjung dapat menikmati Wedang Susu, Bajigur, Teh Serai Rempah, Teh Rempah Telang, hingga Wedang Uwuh yang diracik menggunakan rempah-rempah pilihan.

Menurut Yoghi, seluruh racikan rempah dibuat sendiri agar cita rasanya tetap autentik.

“Kalau misalkan lagi masuk angin atau enggak enak badan, kita bisa pakai Wedang Uwuh atau Wedang Mix. Racikan rempah yang benar-benar pure kita racik sendiri di sini,” ujarnya.

Selain minuman, kedai tersebut juga menyajikan berbagai menu makanan, seperti Mie Tek-tek, Nasi Goreng Cikur, dan Tahu Cabai Garam dengan sambal matah khas.

Seluruh menu dibanderol mulai Rp12.000 hingga Rp25.000 sehingga dinilai terjangkau untuk berbagai kalangan.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Kopi Rempah mulai beroperasi pada 30 Januari 2026. Sejak saat itu, jumlah pengunjung terus meningkat dengan rata-rata sekitar 100 orang setiap hari.

Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga 04.00 WIB. Jam operasional yang panjang membuat Kopi Rempah kerap menjadi tempat persinggahan pengendara maupun wisatawan yang melintas pada malam hingga dini hari.

“Kebanyakan kalau sudah lewat tengah malam, banyak yang mampir setelah perjalanan. Kemarin juga ada tamu dari Bandung dan Jakarta yang sedang menuju Pangandaran, mereka istirahat di sini,” kata Yoghi.

Menurut dia, lonjakan pengunjung biasanya terjadi pada akhir pekan, malam Senin, dan malam Kamis.

Selain menjadi tempat menikmati kopi, Kopi Rempah juga dimanfaatkan pelanggan untuk berdiskusi, bekerja, maupun berkumpul bersama keluarga dan teman.

Kustiwa Adinata Wakili JAMTANI di Dewan AOI Nasional, Dorong Penguatan Pertanian Organik di Pangandaran

Di sisi lain, keberadaan usaha tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat ini, Kopi Rempah mempekerjakan enam pemuda yang berasal dari lingkungan sekitar.

Dengan konsep yang berbeda, pilihan menu khas, serta jam operasional hingga dini hari, Kopi Rempah diharapkan dapat memperkaya destinasi wisata kuliner di Kabupaten Ciamis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *