Bandung Raya Ekonomi Dan Bisnis Jawa Barat
Home » Berita » Bukan Karena Pasokan, Harga Ayam Potong di Pasar Kosambi Bandung Turun Akibat Perang Harga

Bukan Karena Pasokan, Harga Ayam Potong di Pasar Kosambi Bandung Turun Akibat Perang Harga

Harga Ayam Potong di Pasar Kosambi Kota Bandung Turun Akibat Perang Harga (Mugni/Garudajabar.tv)

BANDUNG – Harga ayam potong di Pasar Kosambi Kota Bandung, turun dalam beberapa hari terakhir. Pedagang menyebut kondisi itu dipicu perang harga antar lapak yang membuat penjual terpaksa memangkas harga demi mempertahankan pelanggan.

Pedagang ayam di Pasar Kosambi, Adi mengatakan, harga ayam broiler saat ini turun menjadi Rp35 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp37 ribu. Sementara harga ayam TG j dari Rp45 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Adi menjelaskan, penurunan harga bukan disebabkan oleh berkurangnya pasokan, melainkan karena semakin banyaknya lapak yang menjual produk serupa membuat persaingan harga tidak terhindarkan. Ketika satu pedagang mulai menurunkan harga, pedagang lain ikut melakukan penyesuaian agar pelanggan tidak berpindah.

“Sekarang pesaing makin banyak. Begitu ada satu lapak yang menurunkan harga, otomatis yang lain ikut turun. Selisih Rp200 saja pelanggan bisa pindah ke lapak lain,”kata Adi di Pasar Kosambi Kota Bandung Rabu (1/7/2026).

Meski harga turun, kondisi tersebut belum berdampak terhadap peningkatan transaksi. Menurut Adi, jumlah pembeli masih relatif sepi dibanding hari-hari normal.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Adi menegaskan, pasokan ayam di Pasar Kosambi dalam kondisi aman dan tidak menjadi faktor utama turunnya harga. Ayam yang dijual berasal dari sejumlah daerah pemasok seperti Lembang dan Sumedang.

“Pasokan aman, karena ayam datang dari berbagai daerah, ada dari Lembang dan ada dari Sumedang,” katanya.

Adi menambahkan, untuk menjaga kualitas, ayam yang dijual di lapaknya dipotong langsung sebelum dipasarkan sehingga tetap segar saat diterima konsumen.

“Kalau di kami, ayam langsung dipotong, jadi kualitasnya masih fresh. Justru sekarang harga ayam turun, tetapi pembeli masih sepi,” pungkasnya.

(Mugni)

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *