Bandung Raya Jawa Barat Transportasi
Home » Berita » Terminal Cicaheum Resmi Kosong, Bersiap Bertransformasi Jadi Depo BRT

Terminal Cicaheum Resmi Kosong, Bersiap Bertransformasi Jadi Depo BRT

Kondisi Terminal Cicaheum Kota Bandung tampak kosong, setelah seluruh layanan keberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) di dipusatkan di Terminal Leuwipanjang Jumat (26/6/2026) (Mugni/Garudajabar.tv)

BANDUNG – Terminal Cicaheum Kota Bandung resmi menghentikan layanan keberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).

Seluruh keberangkatan kini dipusatkan di Terminal Leuwipanjang sebagai bagian dari persiapan pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT).

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriyadi mengatakan, kondisi terminal saat ini sudah tidak lagi dipadati aktivitas operasional bus seperti sebelumnya.

“Untuk kondisi Terminal Cicaheum saat ini bisa dilihat bahwa lapangan sudah kosong dan tidak ada lagi armada yang beroperasi. Seluruh armada, baik AKAP maupun AKDP, sejak 25 Mei 2026 telah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang,” kata Asep di Terminal Cicaheum Kota Bandung Jumat (26/6/2026).

Asep menjelaskan, dengan selesainya proses pengalihan tersebut, Terminal Cicaheum sudah tidak lagi menjadi titik awal keberangkatan penumpang.

Majalengka – Keindhaan Bukit Hortensia di Lereng Bukit Gunung Ciremai

“Dengan demikian, Terminal Cicaheum sudah tidak lagi melayani pemberangkatan awal. Seluruh titik keberangkatan kini dipusatkan di Terminal Leuwipanjang,” katanya.

Asep mengungkapkan, sebelum pengalihan dilakukan, Terminal Cicaheum melayani rata-rata puluhan keberangkatan setiap hari. Seluruh armada yang beroperasi kini telah dipindahkan.

“Rata-rata jumlah keberangkatan sebelumnya berkisar antara 84 hingga 100 bus per hari. Seluruh armada tersebut kini telah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang, baik bus AKAP maupun AKDP,” ungkapnya.

Lebih lanjut Asep mengatakan, setelah kawasan terminal kosong, tahapan selanjutnya adalah menunggu proses pembangunan depo BRT. Namun sebelum itu, masih ada sejumlah tahapan yang harus diselesaikan, termasuk kompensasi bagi para pedagang di kawasan terminal.

“Setelah seluruh proses selesai, termasuk penyelesaian kompensasi kepada para pedagang di kawasan terminal, tahap berikutnya adalah menunggu pembangunan depo BRT,”ucapnya.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Setelah pemindahan layanan ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lagi datang ke Terminal Cicaheum untuk keberangkatan bus.

“Sosialisasi dilakukan secara rutin kepada masyarakat, khususnya para calon penumpang yang datang ke Terminal Cicaheum. Setiap satu hingga dua jam sekali, petugas memberikan informasi sekaligus melakukan pengawasan agar masyarakat mengetahui bahwa seluruh armada yang sebelumnya beroperasi di Terminal Cicaheum kini telah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang,” jelasnya.

Asep menambahkan, kehadiran BRT diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan transportasi publik sekaligus membantu mengurangi kemacetan dan memperbaiki kualitas lingkungan.

“BRT merupakan sistem transportasi massal yang terintegrasi sehingga diharapkan mampu meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, sekaligus membantu mengurai kemacetan dan mendukung kualitas lingkungan serta udara yang lebih baik,” pungkasnya.

(Mugni)

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *