Health & Fitness Jawa Barat Pangandaran
Home » Berita » Pasien Hemodialisa Perlu Atur Pola Makan, Ini Imbauan Nutrisionis RSUD Pandega Pangandaran

Pasien Hemodialisa Perlu Atur Pola Makan, Ini Imbauan Nutrisionis RSUD Pandega Pangandaran

PANGANDARAN – Pengaturan pola makan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh pasien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisa atau cuci darah. Selain membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil, pola makan yang tepat juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

Nutrisionis RSUD Pandega Pangandaran, Lentri Fitri Mulyani, mengatakan pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa memerlukan pengaturan asupan makanan secara khusus karena fungsi ginjal tidak lagi bekerja secara optimal.

“Pasien hemodialisa harus lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman. Tujuannya agar zat sisa dalam tubuh tidak menumpuk dan kondisi kesehatan tetap terjaga,” ujarnya saat menyampaikan materi sosialisasi di RSUD Pandega Pangandaran, Rabu (13/5/2026).

Menurut Lentri, pasien hemodialisa umumnya perlu membatasi konsumsi garam, cairan, kalium, dan fosfor. Makanan yang mengandung garam tinggi dapat memicu peningkatan tekanan darah serta penumpukan cairan dalam tubuh. Sementara itu, kadar kalium yang berlebihan berisiko menyebabkan gangguan irama jantung.

Ia menjelaskan, beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain makanan instan, makanan olahan, buah-buahan tinggi kalium seperti pisang dan durian, serta minuman bersoda.

Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan Kuliner hingga Fasilitas Olahraga

Di sisi lain, pasien tetap memerlukan asupan protein yang cukup untuk membantu menjaga massa otot dan mendukung proses pemulihan tubuh setelah menjalani terapi cuci darah.

“Protein tetap diperlukan, tetapi harus sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Sumber protein dapat diperoleh dari telur, ikan, ayam, maupun daging dengan jumlah yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien,” jelasnya.

Lentri juga mengingatkan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani jadwal hemodialisa serta melakukan konsultasi rutin dengan dokter dan ahli gizi. Langkah tersebut diperlukan agar kondisi kesehatan dan kebutuhan nutrisi pasien dapat dipantau secara berkala.

Ia berharap masyarakat, khususnya pasien gagal ginjal, tidak mengabaikan pola makan sehari-hari karena sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan dalam jangka panjang.

“Pola makan yang baik dapat membantu pasien merasa lebih nyaman, menjaga stamina, serta mengurangi risiko komplikasi selama menjalani terapi hemodialisa,” pungkasnya.

KSP: Sekolah Rakyat Harus Jadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *