Bandung, garudajabar.tv – SDN 194 Sukajadi Kota Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inovatif dan berkarakter melalui penyelenggaraan Expo Kokurikuler bertajuk “Sampah Tanpa Ampas”, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan hasil pembelajaran kokurikuler yang mengintegrasikan kreativitas, seni budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup. Mengusung slogan “Berkarya, Berbagi, Berdampak”, expo tersebut mengajak siswa memahami bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah, melainkan dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat.
Kepala SDN 194 Sukajadi menjelaskan, tema “Sampah Tanpa Ampas” lahir dari pemikiran bahwa setiap benda yang dianggap tidak bernilai masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali melalui kreativitas dan inovasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun karakter peserta didik agar menjadi generasi yang kreatif, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa menampilkan berbagai karya dan pertunjukan hasil implementasi pembelajaran kokurikuler, termasuk penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH). Beragam acara disuguhkan, mulai dari penayangan film pendek karya siswa, pertunjukan drama, seni tari, musik dan menyanyi, hingga eksperimen sederhana bertema lingkungan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu, siswa diajak memahami pentingnya penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari melalui pengalaman belajar secara langsung.
Menurut pihak sekolah, pendidikan lingkungan tidak cukup hanya diberikan melalui teori di ruang kelas. Diperlukan aktivitas nyata yang mampu membangun kesadaran dan kebiasaan positif agar peserta didik dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Tak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas siswa, Expo Kokurikuler juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Sejumlah media lokal turut memberikan dukungan dalam kegiatan ini, di antaranya Ardan FM 105.9, BRadio 95.6 FM, dan Cakra FM 90.5. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas penyebaran pesan positif mengenai pentingnya pendidikan lingkungan kepada masyarakat luas.
Melalui Expo Kokurikuler “Sampah Tanpa Ampas”, SDN 194 Sukajadi berharap dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan karakter yang harus dibangun sejak dini.
Dengan semangat gotong royong, kreativitas, dan kolaborasi, sekolah berharap setiap anak mampu menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masa depan lingkungan.
“Mari kita ubah sampah menjadi berkah, kreativitas menjadi karya, dan kepedulian menjadi aksi nyata demi bumi yang lebih lestari,” demikian pesan yang diusung dalam kegiatan tersebut.


Komentar